Halo semua! Pada kesempatan kali ini saya membagikan cara membuat aplikasi/game tanpa coding.
Metode 1: Menggunakan AppsGeyser
Langkah-langkah Pembuatan
1. Kunjungi Situs AppsGeyser
Kunjungi situs AppsGeyser, lalu silakan login atau sign up jika belum mempunyai akun.
2. Masuk ke Dashboard
Setelah masuk ke dashboard, pilih Create App.
.png)
3. Pilih Jenis Aplikasi
Pilih jenis aplikasi yang ingin dibuat. Pada contoh ini, dipilih jenis aplikasi web.
.png)
4. Masukkan Alamat Website
Setelah memilih aplikasi jenis website, masukkan alamat website Anda.
.png)
5. Pilih Monetisasi
Setelah alamat web dimasukkan, klik NEXT. Pada langkah berikutnya, pilih opsi Ads Only.
.png)
6. Beri Nama Aplikasi
Klik NEXT, lalu tuliskan nama aplikasi sesuai keinginan Anda.
.png)
7. Pilih Icon Aplikasi
Setelah nama aplikasi diisi, klik NEXT dan akan muncul menu icon. Terdapat dua pilihan: Default Icon dan Custom Icon. Jika memilih Default Icon, aplikasi akan menggunakan icon bawaan yang telah disediakan. Jika memilih Custom, Anda akan diarahkan untuk memilih file icon sendiri.
.png)
8. Create Aplikasi
Setelah memilih icon, klik NEXT untuk menuju tampilan berikutnya, kemudian klik CREATE untuk membuat aplikasi.
9. Download Aplikasi
Aplikasi Anda sudah selesai dibuat. Untuk mengunduhnya, ikuti langkah berikut:
Setelah klik CREATE, Anda akan diarahkan ke dashboard. Pada menu di sisi kiri, pilih Download. Salin tautan yang disediakan, buka tab baru di Chrome, lalu tempelkan tautan tersebut. Aplikasi akan otomatis terunduh.
Metode 2: Menggunakan Android Studio
Jika sebelumnya Anda sudah belajar membuat website dengan hosting cloud, kini saatnya belajar membuat aplikasi Android yang sebenarnya tidak terlalu sulit. Bahkan pemula pun bisa memahami cara membuat aplikasi sendiri.
Syaratnya, Anda harus mengikuti petunjuk pembuatan yang tepat. Melalui artikel ini, akan dijelaskan cara membuat aplikasi Android dengan mudah menggunakan Android Studio.
Persiapan Sebelum Membuat Aplikasi Android
Sebelum belajar cara membuat aplikasi Android, ada beberapa hal yang diperlukan:
- Install Android Studio — sebelum membuat aplikasi Android, Anda harus menginstal software Android Studio.
- Spesifikasi Laptop — RAM minimal 3GB, direkomendasikan 8GB, ditambah 1GB untuk menjalankan Emulator Android.
Cara Membuat Aplikasi Android
Cara membuat aplikasi Android dengan Android Studio dapat ditempuh dalam delapan langkah:
- Buat project di Android Studio
- Pilih jenis project
- Konfigurasi project Android
- Membuat interface di View
- Membuat interface di ViewGroup
- Request data adapter
- Menampilkan data menggunakan RecyclerView
- Menampilkan dataset
Berikut penjelasan masing-masing langkah.
1. Buat Project di Android Studio
Buka Android Studio yang sudah diinstal, lalu klik Start a new Android Studio project untuk membuat project baru.
2. Pilih Jenis Project
Anda akan diarahkan ke halaman Activity. Pilih jenis Empty Activity karena aplikasi akan dibuat dari awal, lalu klik Next untuk melanjutkan.
3. Konfigurasi Project
Isi informasi konfigurasi project berikut:
- Nama Activity dan Project — identitas aplikasi untuk memudahkan proses pengembangan.
- Package Name — identitas class yang digunakan untuk pemanggilan program di Android.
- Save Location — lokasi penyimpanan project.
- Language — bahasa pemrograman yang digunakan.
- Minimum API Level — versi Android minimum tempat aplikasi dapat berjalan.
Setelah semua informasi terisi, klik Finish untuk mulai membuat aplikasi Android.
4. Membuat Interface di View
View adalah komponen yang menggabungkan desain visual, desain interaksi, dan infrastruktur informasi yang terlihat langsung oleh pengguna. Ada empat komponen View utama: TextView, ImageView, ListView, dan GridView.
TextView
TextView digunakan untuk menampilkan teks ke layar. Contoh kode:
<TextView
android:layout_width="wrap_content"
android:layout_height="wrap_content"
android:text="Hello World!"
app:layout_constraintBottom_toBottomOf="parent"
app:layout_constraintLeft_toLeftOf="parent"
app:layout_constraintRight_toRightOf="parent"
app:layout_constraintTop_toTopOf="parent"
android:textColor="#0635e0"
android:textSize="72px"
android:layout_marginLeft="113dp"
android:layout_alignBaseline="@android:id/accessibilityActionContextClick"
android:textStyle="bold" />
ImageView
ImageView digunakan untuk menampilkan gambar. Tambahkan kode berikut ke activity_main.xml:
<ImageView
android:id="@+id/imageView2"
android:layout_width="400dp"
android:layout_height="110dp"
app:srcCompat="@drawable/logo" />
ListView
ListView digunakan untuk menampilkan informasi dalam bentuk daftar. Diperlukan kode pada tiga file: activity_main.xml, strings.xml, dan MainActivity.java.
Pertama, tambahkan kode berikut pada activity_main.xml:
<ListView
android:id="@+id/listView"
android:layout_width="match_parent"
android:layout_height="match_parent" />
Kedua, tambahkan kode berikut pada strings.xml untuk mengisi item pada list:
<string-array name="countries_arry">
<item>Unlimited Hosting</item>
<item>Cloud Hosting</item>
<item>Cloud VPS</item>
<item>Domain</item>
<item>SSL</item>
<item>Blog</item>
</string-array>
Ketiga, tambahkan fungsi berikut pada MainActivity.java agar list pada strings.xml tampil di aplikasi:
public class MainActivity extends AppCompatActivity implements AdapterView.OnItemClickListener {
ListView listView;
ArrayAdapter<CharSequence> adapter;
@Override
protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
super.onCreate(savedInstanceState);
setContentView(R.layout.activity_main);
listView = (ListView) findViewById(R.id.listView);
adapter = ArrayAdapter.createFromResource(this, R.array.countries_arry, android.R.layout.simple_list_item_1);
listView.setAdapter(adapter);
listView.setOnItemClickListener(this);
}
@Override
public void onItemClick(AdapterView<?> parent, View view, int position, long id) {
Toast.makeText(this, adapter.getItem(position), Toast.LENGTH_SHORT).show();
}
}
GridView
GridView digunakan untuk menampilkan informasi dalam bentuk grid. Diperlukan kode pada activity_main.xml dan MainActivity.java.
Pertama, tambahkan kode berikut pada activity_main.xml:
<TextView
android:id="@+id/txtJudul"
android:layout_width="wrap_content"
android:layout_height="wrap_content"
android:text="Nama Bulan"
android:textSize="30sp"
android:textColor="#0635e0"
android:textStyle="bold" />
<GridView
android:id="@+id/gridView1"
android:layout_width="fill_parent"
android:layout_height="fill_parent"
android:layout_alignParentRight="true"
android:layout_below="@+id/txtJudul"
android:layout_marginTop="50dp"
android:columnWidth="100dp"
android:horizontalSpacing="20dp"
android:numColumns="auto_fit"
android:stretchMode="columnWidth"
android:verticalSpacing="40dp">
</GridView>
Kedua, tambahkan kode berikut pada MainActivity.java agar GridView berfungsi dengan baik:
public class MainActivity extends Activity {
private String[] bulan = {"Januari", "Februari", "Maret", "April", "Mei", "Juni", "Juli", "Agustus", "September", "Oktober", "Nopember", "Desember"};
private GridView grid1;
private ArrayAdapter<String> adapter;
@Override
protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
super.onCreate(savedInstanceState);
setContentView(R.layout.activity_main);
grid1 = (GridView) findViewById(R.id.gridView1);
adapter = new ArrayAdapter<String>(MainActivity.this, android.R.layout.simple_list_item_1, bulan);
grid1.setAdapter(adapter);
}
}
5. Membuat Interface Melalui ViewGroup
ViewGroup adalah wadah bagi objek-objek View dan ViewGroup lainnya sehingga membentuk satu kesatuan tampilan aplikasi yang utuh. Terdapat empat komponen ViewGroup:
- LinearLayout
- FrameLayout
- RelativeLayout
- TableLayout
LinearLayout
LinearLayout menampilkan komponen-komponen di dalamnya secara horizontal atau vertikal. Layout ini memiliki atribut weight untuk masing-masing child View, yang menentukan porsi ukuran View dalam ruang (space) yang tersedia.
FrameLayout
FrameLayout adalah layout paling sederhana. Komponen di dalamnya akan menumpuk atau saling menutupi satu sama lain, dengan komponen pertama menjadi alas bagi komponen-komponen di atasnya.
RelativeLayout
RelativeLayout adalah layout paling fleksibel karena posisi masing-masing komponen dapat mengacu secara relatif pada komponen lain, maupun secara relatif ke batas layar.
TableLayout
TableLayout menyusun komponen dalam baris dan kolom, namun tidak menampilkan garis pembatas untuk baris, kolom, atau cell-nya.
6. Request Data Adapter
Adapter adalah komponen yang mengatur cara menampilkan data dalam ListView. Komponen ini menyediakan akses ke data per item dan bertanggung jawab membuat View untuk setiap item dalam kumpulan data.
Alur proses request data adapter secara umum:
- Adapter memanggil method
getView(). getView()mengembalikan View untuk setiap item menggunakan adapter view.getView()mengatur format layout dan kesesuaian data pada item dengan adapter view.getView()mengembalikan View baru setiap kali dipanggil. Untuk menghindari pembuatan View baru yang berlebihan (yang berpengaruh pada performa), Android menyediakan fitur Recycles untuk mendaur ulang View yang sudah ada.
7. Menampilkan Data Menggunakan RecyclerView
RecyclerView adalah widget yang lebih canggih dibanding pendahulunya, ListView. RecyclerView lebih fleksibel dan mampu menampilkan data secara efisien dalam jumlah besar, terutama untuk koleksi data yang elemennya dapat berubah-ubah saat runtime.
8. Menampilkan Kumpulan Data Menggunakan Dataset
Dataset adalah kumpulan data yang ingin ditampilkan di aplikasi Android, dapat berupa array, list, maupun object map.
Jika aplikasi yang dibuat membutuhkan penyimpanan database berskala besar, Anda dapat menggunakan layanan VPS (Virtual Private Server) dari penyedia hosting seperti Rumah Web, yang mendukung SSD, RAM dua kali lipat dari RAM dedicated, network link 100Mb/s, dan weekly auto backup untuk memenuhi kebutuhan aplikasi Android Anda.
